Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Desa Indrajaya

Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah upaya dalam rangka percepatan peningkatan akses terhadap sanitasi dasar di Indonesia sebagaimana tercantum dalam  RPJMN  tahun 2015-2019 adalah tersedianya universal access atau cakupan akses sebesar 100%  untuk air minum dan juga sanitasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.STBM merupakan suatu pendekatan untuk mengubah perilaku higine dan sanitasi melalui pemberdayaan dengan metode pemicuan, untuk sanitasi total di komunitas dengan pendekatan 5 Pilar STBM, yaitu ; 1.  Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS);  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS);  3. Pengelolaan Makanan dan Minuman Rumah Tangga (PAM-RT); 4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PS – RT); serta 5. Pengamanan limbah cair rumah tangga (PLC-RT).

Pelaksanaan program penyuluhan STBM di desa Indrajaya Kecamatan Salem dihadiri oleh petugas dari Puskesmas kec. Salem dan masyarakat yang belum memiliki jamban dan air bersih di rumahnya. Penyuluhan STBM dari puskesmas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun masih ditemui beberapa hambatan dalam pelaksanaan program STRB di Desa Indrajaya

Hambatan – hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program STBM di desa Indrajaya adalah  :

  • Belum pahamnya masyarakat akan pentingnya program STBM.
  • Pendekatan STBM masih pada aspek demand.
  • Masih tingginya ketergantungan masyarakat akan bantuan pemerintah.
  • Masih kurangnya koordinasi antar program dan antar sektor.
  • Adanya keterbatasan anggaran.

 

Upaya – upaya yang telah dilakukan guna mengatasi hambatan yang dihadapi adalah :

  1. Melakukan advokasi dan sosialisasi program STBM dengan mensinergikan program STBM dengan Program Brebes Sehat dan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP)
  2. Melakukan pelatihan kader tentang STBM di seluruh kelurahan dan membentuk kader STBM diseluruh kelurahan yang ada di Kabupaten Bebes dengan mengembangkan jejaring kerja STBM di tingkat kelurahan dengan melatih kader posyandu sebagai fasilitator STBM.
  3. Pemicuan STBM tidak hanya ditekankan pada kelompok penduduk yang masih buang air besar sembarangan tetapi juga melibatkan masyarakat setempat yang peduli terhadap kesehatan sehingga menimbulkan sikap solidaritas dan gotong royong diantara warga.
  4. Memanfaatkan peluang anggaran yang berasal dari dana Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.